Syafi'i Blog's'

Selasa, 16 Desember 2008

Dari Java ke Ruby

Java merupakan bahasa yang matang. Java sudah teruji. Java mempunyai kecepatan yang tinggi (terlepas dari apa yang diklaim oleh kebanyakan developer anti-Java). Kode Java juga cenderung panjang. Dari Java ke Ruby, bisa dipastikan source code Anda akan menciut/mengecil. Dan sangat besar kemungkinan bahwa untuk membuat prototype di Ruby Anda membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat daripada membuatnya di bahasa Java.

Contoh Source Code
Berikut ini adalah contoh program untuk menjumlahkan dua angka (diinputkan dari keyboard) di Java:


Anda dapat menuliskan program tersebut di Ruby sebagai berikut:



Kemiripan Ruby dan Java

Sama seperti Java, di Ruby…
Memory diatur secara otomatis melalui garbage collector.
Obyek diperlakukan secara strongly typed.
Metode bersifat public, private, atau protected.
Ada tool untuk dokumentasi dalam kode (di Ruby dikenal dengan sebutan RDoc). Dokumentasi yang dihasilkan oleh rdoc kelihatan sangat mirip dengan yang dihasilkan oleh JavaDoc.

Perbedaan Ruby dan Java

Tidak seperti Java, di Ruby,...
Anda tidak perlu meng-compile kode Anda. Anda cukup menjalankan saja langsung melalui interpreter Anda.
Ada perbedaan toolkit GUI. Rubyist dapat mencoba WxRuby, FXRuby, Ruby-GNOME2, atau yang sudah disertakan dengan Ruby seperti Tk.
Anda menggunakan keyword end setelah mendefinisikan macam-macam hal di Ruby seperti class, sebagai pengganti kurawal buka dan kurawal tutup di sekitar blok kode.
Anda menggunakan require di Ruby, bukan import.
Semua anggota variabel adalah private. Dari luar, Anda mengakses semua variabel tersebut lewat bantuan metode. Anda bisa mengotomatisasi proses ini menggunakan bantuan attr_reader, attr_writer, maupun attr_accessor.
Buka dan tutup kurung di saat pemanggilan metode biasanya opsional (boleh dipakai boleh juga tidak) dan biasanya tidak dipakai.
Semua adalah obyek, termasuk angka (obyek bertipe Fixnum) seperti 2 dan 3.14159.
Tidak ada static type checking. Semua pengecekan tipe bersifat dinamis tapi tetap strongly typed.
Nama-nama variabel hanya label. Nama variabel tidak punya type yang terkait dengan keberadaan variabel.
Tidak ada deklarasi tipe. Anda cukup assign ke nama variabel baru jika diperlukan dan sudah otomatis dibuatkan oleh Ruby (contoh a = [1,2,3] sudah cukup di Ruby, tidak membutuhkan deklarasi eksplisit misalnya int [] a = {1,2,3};).
Tidak ada casting. Solusinya, cukup panggil metode yang diinginkan. Anda dapat menggunakan unit test untuk mengecek kesalahan pada kode atau adanya exception.
Di Ruby, foo = Foo.new( "hi"), bukan foo = new Foo( "hi" ).
Konstruktor selalu dinamakan initialize, bukan sama nama kelas tersebut seperti di Java.
Anda punya “mixin” yang bisa menggantikan interface.
YAML lebih banyak digunakan ketimbang XML.
null disebut nil di bahasa Ruby.
Penanganan untuk == berbeda dengan equals() di Ruby. Gunakan == kalau Anda ingin test ekivalensi di Ruby (kalau di Java pakai equals()). Di Ruby, gunakan equal?() kalau Anda ingin mengetahui apakah dua obyek sama atau tidak (di Java pakai ==).

Bahasa Pemrograman Ruby di Platform Java

Perkembangan terbaru memungkinkan menjalankan kode Ruby pada platform Java.
JRuby adalah interpreter Ruby yang dikembangkan menggunakan platform Java. Dengan JRuby, Anda dapat menjalankan secara langsung kode Ruby (bahkan Rails!) pada sebuah Java Runtime Environment. Anda juga dapat mengakses library Java dan juga sebaliknya. JRuby sudah cukup matang dan dapat digunakan untuk menjalankan sebagian besar kode Ruby tanpa perubahan apapun. Thoughtworks menggunakan JRuby dalam pengembangan aplikasi-aplikasi mereka.
XRuby meng-compile kode Ruby ke dalam bytecode Java. Proyek ini semakin berkembang dari hari ke hari.



ini hnya sebuah artikel biasa,tanggapilah sebagai seorang yang profesional

0 komentar:

Template by : auraipank x-template.blogspot.com